PESTA KELUARGA KUDUS
1 Sam 1:20-22.24-28
1 Yoh. 3:1-2.21-24
Luk 2:41-52

Para saudara, sebuah pertanyaan muncul saat saya menulis renungan ini. Apa yang membuat keluarga Nazareth kudus? Kalau kita menyimak, sejarah keluarga Nazaret tidak luput dari dirundung malang. Melahirkan di kandang, mengungsi di Mesir dan kini Yesus hilang dan ditemukan kembali oleh orangtuanya. Keluarga Nazaret menjadi kudus bukan karena tidak ada masalah namun karena mereka bisa menyikapi permasalahan dengan baik.

Ciri pertama, anggota keluarga saling “ngemong” satu dengan yang lain. Yusuf dan Maria tidak saling menyalahkan, tetapi mencari solusi atas masalah bersama. Yusuf melindungi Maria istrinya, Maria mengedepankan suami atas dirinya.Bunda Maria sangat menghormati Yosef Sang Suami. Bunda mengutamakan sang Suami dengan seperti nampak dalam ungkapan, “Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau” (Luk 2:48). Keluarga Nazaret juga tidak otoriter. Kepemimpinan Santo Yosef tidaklah bersifat otoriter. Dia menberi kesempatan kepada pasangan dan anaknya untuk berekspresi. Walaupun pada akhirnya kepemimpinan tegas dari Yosef membawa mereka kembali ke Nazaret (Luk 2:51). Kesempatan berekspresi itu sangat penting karena memberi ruang kepada Yesus dan Maria untuk menjadi diri mereka sesuai dengan panggilan Tuhan. Dalam keluarga yang demikian itulah Yusuf menemukan jati dirinya sebagai kepala rumah tangga, Bunda Maria sebagai perawat dan Yesus menemukan panggilan ilahinya sebagai Allah yang menebus.

Para saudara, hidup keluarga anda juga tidak senantiasa mulus. Permasalahan kadang silih berganti. Tetapi kalau kita meneladan Keluarga Kudus yang saling melindungi, saling mendengarkan, saling meneguhkan maka keluarga anda akan menjadi semakin kudus dan sejahtera seperti yang dikehendaki Tuhan. (PS)

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC. Chaplain.

%d blogger menyukai ini: