“Sebab tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristus”
(St. Hironimus).

Apakah Injil atau Kitab Suci Perjanjian Baru yang kita baca dan kita jadikan pedoman dalam kehidupan beriman turun langsung dari Surga? Jawabannya Tidak. Kalau begitu apakah Kitab Suci kita hanya fiksi saja? Tidak juga. Lalu bagaimana Gereja mengerti Kitab Suci.

Ada dokumen-dokumen Gereja yang kena-mengena dengan Kitab Suci, khususnya Perjanjian Baru. Dokumen-dokumen itu bisa dijadikan pedoman. Misalnya:

1964
Dokumen “Devina Afflante Spiritu” (under the divine of the Spirit). Dokumen ini mengajak untuk menterjemahkan Kitab Suci dari bahasa aslinya, dan juga memperkenankan pendekatan ilmu pengetahuan, misalnya metode kritik historis untuk semakin memahami Kitab Suci.

1965
PBC (Pontiff Biblical Commission) yang adalah komisi untuk menafsirkan Kitab Suci, menerangkan bagaimana Kitab Suci ditulis.

1966
VERBUM DEI (Dokumen Konsili Vatican II): Adalah dokumen Gereja yang menerangkan bagaimana Kitab Suci ditulis dan bagaimana  menempatkan Kitab Suci dalam kehidupan Gereja.

Tahap-tahap Penulisan Injil

Bagaimanakah Injil bisa sampai kepada kita? Ada tahap-tahap sehingga warta gembira itu ditulis dan sampai kepada kita:

1.Pewartaan Yesus
Yesus datang ke dunia untuk mewahyukan Allah kepada bangsa manusia. Dia datang dan bersentuhan dengan manusia. Pada tahap ini Kitab Suci Perjanjian Baru belum ditulis. Warta gembira langsung diwartakan oleh Yesus, Allah yang berinkarnasi menjadi manusia.

2.Tradisi Lisan
Meskipun diyakini Yesus termasuk orang yang pandai dalam membaca dan menulis, Yesus tak pernah membuat satu pun catatan perihal siapa diri-Nya maupun ajaran-Nya. Walaupun begitu semua ajaran Yesus dan cinta-Nya terpatri erat dalam hati para murid-Nya. Semua ajaran Yesus pada mulanya diwartakan kepada orang banyak oleh para murid dengan menggunakan bahasa lisan. Pewartaan dengan cara lisan ini merupakan bentuk katekese yang luar biasa dan berlangsung sampai 65 tahun sesudah Yesus wafat. Pada masa ini para murid tersebar ke Roma, Mesir, Turki, Spanyol, Yunani dan lain-lain untuk mengobarkan cinta kasih Tuhan.

3.Ditulisnya Kitab Suci Perjanjian Baru
Pada tahun 60 M orang mulai menyadari bahwa membuat catatan tertulis tentang Yesus menjadi hal yang penting. Hal ini dikarenakan para murid satu per satu mulai meninggal, sehingga dikhawatirkan bahwa ajaran Yesus akan menghilang. Tradisi lisan tak bisa terus dipertahankan karena seiring berjalannya waktu, ajaran itu pasti akan berubah berdasarkan interpretasi setiap orang. Oleh karena itu secara perlahan muncullah tulisan tentang Yesus dan ajaran-Nya yang kita sebut sebagai “Injil”. Jika dirinci maka alasan menuliskan Injil adalah sebagai berikut:

  • Para rasul sudah mulai menua dan wafat.
  • Menghindari kesalahan dalam pengajaran dari Yesus.
  • Mereka memikirkan untuk mengkomunikasikan ajaran Tuhan Yesus dengan generasi berikut.
  • Mereka ingin agar bisa diterima lebih luas di kalangan komunitas Yahudi dan Yunani. Dengan adanya ajaran yang tertulis membuat Kabar Gembira tersebar lebih efektif.
  • Dan alasan kelima adalah alasan yang paling penting: diinspirasikan oleh Roh Kudus untuk menulis Injil. Penulisan Kitab Suci adalah inspirasi dan karya Roh Kudus.

Petrus Suroto msc
Chaplain
Pelayananmu dalam Tuhan

%d blogger menyukai ini: