Anda akan mengerti betapa pentingnya kebersamaan dalam keluarga ketika – untuk sementara, tinggal jauh dari keluarga.

Sebut saja namanya Roger. Dia bekerja sebagai juru masak di sebuah kapal pesiar. Hidup di atas kapal pesiar digaji besar, namun terasa selalu melelahkan. Mereka selalu merindukan keluarga: istri dan anak-anak. Tidak ada hiburan yang sungguh membawa pada pelepasan. Ketika mereka tiba di pelabuhan: mereka pergi selama dua jam ke restoran, ke pusat perbelanjaan: namun yang senantiasa terbayang adalah istri dan anak-anaknya.

Mungkin anda akan mengatakan, untung saya dekat dengan keluarga dan tidak tinggal di atas kapal. Dengar teman, kendati kamu ada di rumah, tetapi kalau hatimu tidak hadir di dalam keluarga, kamu sama saja dengan pelaut yang jauh dari keluarga.

Secara fisik kamu hadir di dalam keluarga, tetapi apakah seluruh hatimu hadir di dalam keluarga? Ada banyak orangtua, yang meskipun tinggal di dalam keluarga, tetapi merasa terasing di rumahnya sendiri. Ada lagi yang walaupun berada bersama dengan keluarga, tetapi hatinya ada di pekerjaan, pikirannya pada uang, perasaannya ada di tempat lain.

Menciptakan waktu untuk keluarga

Orang sering mengatakan bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga. Kalau benar berharga: jagalah! Karena apabila perkawinanmu gagal, sesukses apapun, sekaya apapun semuanya akan menjadi hambar. Ciptakan waktu untuk mereka, baik bersama-sama maupun waktu pribadi lepas pribadi. Kehadiran fisik tidak tergantikan, dengan WA atau video call sekalipun.

Cobalah untuk Lebih Expresif

Saya percaya anda mencintai pasangan dan keluarga anda. Apakah anda mengekspresikannya? Expresikan penghargaan anda pada pasangan. Kata-kata sederhana seperti ini biasa merekatkan kasih dalam keluarga. Kata-kata ini sering saya dengar dari umat:

  • Kamu masak enak sekali hari ini, honey!
  • Terima kasih Tuhan, kauberikan dia padaku (Agak Gombal sih)
  • Kamu tekun sekali. Saya melihatnya waktu kau ngajari anak-anak matematika.
  • Kamu membuatku bahagia.

Ahli perkawinan menasehatkan, “puji pasangan dan anak-anakmu 7 kali sehari, dan perkawinanmu akan berubah …….”

Lebih dalam di dalam bercakap-cakap

Kalau punya waktu berduaan dengan anak atau pasangan, jangan hanya nonton film, makan di KFC atau window shopping. Bicaralah yang dalam. Bercakaplah tentang perasaan. Masuklah di dalam dunia pasangan. Selamilah mimpi, cita-cita, luka-luka, keinginan, kecemasan, harapan dan beban. Ketika kau terbuka, hal itu akan menjadi suatu undangan bagi mereka untuk terbuka.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: