HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

Pernahkah anda merasa takjub dan kagum? Misalnya saat anda naik ke puncak gunung dan melihat pemandangan yang sangat indah. Melihat langit biru, lembah hijau yang luas. Hati seperti terangkat dan kita merasa diri begitu kecil. Dan kemudian merasakan ada sesuatu kekuatan yang jauh mealampaui diri kita. Ada yang melampaui daya tangkap dan pegnetahua nkita.

Bacaan Injil hari ini bicara tentang orang-orang majus dart timur. Mereka adalah para ilmuwan yang bergerak dalam ilmu perbintangan. Ilmu perbintangan merupakan ilmu pengetahuan yang sangat maju pada waktu itu. Dan dari mengamati gerak-gerak bintang dan mengidentifikasikannya, mereka bisa menemukan korelasi dengan peristiwa besar. Para majus itu sangat kagum melihat bintang yang besar. Dan rasa kagum itu membuatmereka mengikuti bintang itu.

Dari perjumpaan dengan Kitab Keagaamaan Yahudi mereka bisa menemukan bahwa Raja baru itu adalah Mesias yagn baru lahir dan mereka menyembah-Nya. Dari sana kita bisa belajar bahwa kekagauman bisa mengantar kepada Tuhan. Rasa kagum menggetarkan hati kita dan membuka pengenalan kepada Tuhan. Sikap ini berbanding terbalik dengan sikap Herodes yang denga licik ingin menemukan bayi itu, bukan untuk menyembah, tetapi untuk membinasakannya. Herodes hatinya tidak bisa kagum lagi karena diliputi nafsu akan kuasa.

Para sahabat, andapun pasti juga memerlukan perasaan kagum itu. Dari kisah orang-orang majus dari Timur ini, kita perlu belajar bahwa kerja yang di dalami dengan sungguh-sungguh, bukan sekedar mencari uang semata- bisa menjadi jalan untuk sampai kepada Tuhan. Albert Einsstein pernah berkata, orang yan gtidak bisa terpukau dalam ketakjuban, praktis dia sudah mati, dan Santo Thomas Aquinas berkata, Orang terpesona itu berada di beranda rumah Allah.

Oh ya, satu lagi. Dalam kisah orang majus, mereka mendapat mimpi dan pulang ke negrinya melalui jalan lain. Tentu hal ini bisa diterima sebagai arti harafiah, memilih jalan lain untuk menghindari Herodes. Tapi bisa juga ditafsirkan bahwa jika kita sudah berjumpa Kristus, jalan hidup kita tidak lagi sama. Pengenalan akan Yesus membuat kita hidup dengan cara baru, seperti melewati jalan lain.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC. Chaplain.

%d blogger menyukai ini: