Dalam tulisan sebelumnya telah disebutkan kekayaan sejati yang bukanlah sekedar harta milik yang sering kita mengerti secara terbatas. Kekayaan itu meliputi: Sikap mental positif, kesehatan yang prima, hubungan yang harmonis dan bebas dari rasa takut. Berikut ini lanjutannya:

Kekayaan 5: Harapan akan pencapaian

Andaikan anda sudah memiliki segala-galanya: makan, rumah, fasilitas hiburan di rumah dan kita tidak perlu lagi berbuat apa-apa lagi, tentu anda akan sangat senang namun untuk sementara. Kita akan segera menjadi bosan. Karena kebahagiaan bukan ketika semua sudah tercukupi, tetapi justru saat anda mencapainya. Seorang teman SMA saya memiliki semboyan, “Memilih pilihan yang sulit, bekerja keras dan berhasil adalah paling mengasyikkan”. Benar juga. Saat kita memiliki harapan baik dan bergairah untuk mencapainya hidup kita sangatlah menarik.

Kekayaan 6: Iman

Iman menjadi kekayaan karena justru lewat iman kita mendapat energi yang mengubah pikiran dan harapan menjadi kenyataan. Iman mengarahkan hidup kita kepada keagungan. Bila digabungkan dengan doa, maka iman menjadi jembatan kepada spiritualitas. Sehingga apa yang kita lakukan dan kita kerjakan merupakan pengambil bagian dari rencana Allah sendiri.

Kekayaan 7: Kesediaan untuk berbagi

Kekayaan yang dinikmati sendirian akan menyusut dan hilang. Berbagi menjadikan kekayaan karena membuat hidup kita bermakna. Lama-kelamaan kita akan tahu bahwa apa yang benar-benar kita miliki adalah apa yang kita berikan.

Kekayaan 8: Disiplin diri

Orang yang tidak meguasai dirinya sendiri tidak akan dapat menguasai apapun. Orang yang bisa menguasai dirinya sendiri menjadi penentu nasib dan jiwanya sendiri. Orang yang disiplin adalah orang yang kaya.

Kekayaan 9: Keamanan Ekonomi.

Keamanan ekonomi tidak diraih dengan memiliki uang namun justru  melalui pengabdian yang dilakukan. Kita mendapatkan uang karena berhasil memberi pelayanan yang dibutuhkan banyak orang atau menciptakan produk yang digunakan banyak orang. Seoragn tukang kayu menjadi kaya karena kemampuannya menciptakan produk yang unggul sehingga dia selalu dicari pembeli. Seorang menjadi kaya bukan karena dia mewarisi sejumlah besar uang namun karena alasan yang lebih baik: menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang dan melalui merekalah uang didapatkan.

Jika anda memiliki sembilan kekayaan sejati di atas, maka dengan sendirinya kecukupan materi akan mengikuti.

Saudaramu dalam Tuhan,
Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: