Apakah yang paling menggerakkan dan paling memotivasi manusia? Allan Greenspan yang pernah disebut Dewa Ekonomi Dunia karena pengaruhnya yang luas ketika menjabat  Bank Sentral Amerika antara 1987-2006 berpendapat bahwa faktor penggerak yang sangat penting bagi aktivitas dan kreativitas manusia adalah keinginan untuk mendapatkan kekayaan (Greenspan, The Age of Turbulence: Adventures in a New World). Kalau kita uji, pendapat Grennspan ini benar adanya. Karena ingin mendapatkan kekayaan orang bekerja keras. Ketika sebuah negara menghapuskan kepemilikan kekayaan individu, negara itu akan gagal karena warga negara kurang termotivasi seperti yang dialami oleh bekas negara-negara komunis. Pun demikian kita perlu mengkritisi apa sejatinya kekayaan.

Apakah kekayaan sama saja dengan uang dan hartabenda? Tidak sama. Uang dan harta benda hanya sebagian kecil dari kekayaan. Namun banyak keluarga-keluarga yang menyamakan begitu saja sehingga waktu mereka lebih banyak untuk mencari uang daripada untuk keluarga. Yesus sangat kritis dengan kekayaan harta benda ini karena bisa dimakan karat dan ngengat. “Jangan kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya…”(Mat 6:19).  Napoleon Hill dalam bukunya, Secrets of Napoleon Hills Mind, memberi pengertian tentang kekayaan sejati. Saya ingin meringkaskannya secara bebas untuk anda, dengan menunjukkan 9 kekayaan sejati.

Kekayaan 1: Sikap Mental Positif

Kekayaan yang ditempatkan dalam urutan pertama adalah sikap mental positif. Ada dua sikap mental yang mendominasi manusia, yakni sikap mental positif dan sikap mental negatif. Dalam diri manusia ada semacam pemancar yang bekerja otomatis dan terus menerus. Pemancar itu terus menerus mengirim dan menerima pesan dari orang-orang di sekitar anda. Jika sikap mental anda  positif anda akan dipandu untuk menerima sinyal-sinyal positif dalam mengurus pekerjaan dan keuangan, kesehatan, cinta dan pengabdian, kerjasama, persahabatan, kompetensi, dan inspirasi. Anda akan dipandu untuk menerima rahmat demi rahmat yang diberikan Tuhan. Sikap mental pofitif adalah atmosfir berpikir, merasa dan bertindak yang ditandai dengan syukur, optmisme, kegembiraan, keingin-tahuan, keinginan menjalin hubungan baik dengan sesama. Sikap mental positif ini ditempatkan sebagai kekayaan pertama justru karena menjadi kunci pembuka bagi kekayaan-kekayaan lainnya.

Jika anda dikendalikan oleh sikap mental negatif maka atmosfir berpikir, merasa, bertindak ditandai dengan keraguan, ketakutan, iri hati, kekecewaan dan kecurigaan. Anda akan mudah menerima isyarat negatif seperti merasa direndahkan, tersinggung, ketakutan, kekuatiran, kecurigaan, penyesalan, dll. Sikap mental negatif ini akan mengantar seseorang kepada keserakahan, egoisme, prasangka buruk, ketakutan, keraguan, kekecewaan dan penyakit fisik.

Milikilah sikap mental positif ini, maka pintu untuk kemakmuran dan kebahagiaan keluarga akan anda alami.

Kekayaan 2: Kesehatan Fisik yang prima

Kesehatan fisik adalah kekayaan penting dalam hidup kita. Kita bisa menikmati hidup, berpikir dan berkarya karena kita memiliki kesehatan. Kesehatan fisik dimulai dengan pikiran “sadar akan kesehatan” dan bukan karena melimpahnya obat. Yang perlu kita sadari adalah tubuh memiliki mekanisme untuk menyembuhkan diri sendiri. Saya bersyukur karena dulu sewaktu muda saya dinasihati oleh seorang Pastor untuk tidak cepat-cepat minum obat ketika badan terasa tidak enak, dengan dikandung maksud agar antibodyatau sistem kekebalan tubuh menjadi kuat. Dan dengan mentaati nasihat itu saya menjadi jarang sekali sakit.

Selain sistem kekebalan tubuh, metabolisme tubuh juga perlu untuk dijaga. Tubuh kita memiliki sistem untuk membuat sehat dan seimbang. Maka  makan yang cukup dan tidak berlebihan dan berolahraga secara teratur sangat penting untuk menjaga sistem metabolisme tubuh ini. (Bersambung).

Fr. Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: