Pewartaan Sentral Yesus adalah warta tentang Kerajaan Allah. Mari kita menalar dan merefleksikan makna warta Kerajaan Allah. Tulisan ini adalah catatan saat mengikuti kuliah Kristologi dari dosen Pastor Jim Kroeger MM, PhD. Di Loyola School of Theology, 15 tahun yang lalu.

Pidato Presiden Amerika Serikat terpilih atau yang dikenal dengan inauguration address selalu menyedot perhatian. Pidato pelantikan itu berisi refleksi yang mencerminkan visi sang Pemimpin. Pidato mereka menggerakkan aspirasi masyarakat luas. Itulah sebabnya pidato kenegaraan Amerika disusun dengan rapi, dibukukan dan dijadikan bahan studi bagi banyak generasi.
Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus juga memproklamirkan Kerajaan Allah. Tuhan Yesus datang membawa Kerajaan Allah. Pokok tentang Kerajaan Allah adalah pusat dari pewartaan Yesus. Maka saya mengajak para saudara pada saat ini, mari kita memusatkan perhatian untuk merefleksikan warta Kerajaan Allah.

Apa itu Kerajaan Allah?
Kerajaan Allah tidak menunjuk kepada tempat fisik di bumi. “Kerajaanku bukan dari dunia ini” (Yoh. 18:36). Kerajaan Allah tidak ditandai dengan kemegahan duniawi, kekuasaan dan kekayaan. Kerajaan Allah adalah Allah yang meraja di hati dan pikiran manusia. Sehingga cara berfikir, merasa dan bertindak manusia sudah diterangi dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Kerajaan Allah itu sudah dinubuatkan dari zaman purba, tetapi datang secara penuh pada kedatangan Tuhan Yesus di muka bumi. Kerajaan Allah adalah rencana agung Allah untuk menyelamatkan manusia. Kerajaan Allah bukan disain manusia melainkan Allah sendiri yang bertindak, dengan mengutus Putra-Nya sendiri ke dunia. Kerajaan Allah ditandai dengan visi cinta kasih Allah. Dan inilah tanda dari kehadiran Kerajaan Allah itu, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta; untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Luk 4:18-19).
Tentang Kerajaan Allah, Yesus tidak pernah memberikan keterangan atau definisi, tetapi menggambarkan dengan perumpamaan: seperti pembajak yang tidak menoleh ke belakang, pintu yang sesak (Mat 7:13), atau carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu (Mat 6:33).

Datangnya Kerajaan Allah adalah kabar gembira bagi kita. Datangnya kerajaan Allah bukanlah salah satu kejadian dari banyak kejadian di bumi. Tetapi peristiwa yang mendatangkan keselamatan, damai dan kebahagiaan.

Kapan Kerajaan Allah datang
Kerajaan Allahsudah dinubuatkan dan dinanti-nantikan sejak Perjanjian Lama. Melalui banyak cara Allah menjanjikan datangnya Kerajaan Allah. Masa itu adalah masa persiapan untuk menyambut kedatangan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah hadir secara penuh di dunia ini bersama dengan kehadiran Yesus Kristus. Yesus menjadi model bagaimana harus hidup dalam Kerajaan Allah itu. Kerajaan Allah juga datang dalam dunia sekarang ini, saat ini dan di sini. Adalah menjadi tugas dan tanggungjawab Gereja untuk mempelopori berdiri tegaknya Kerajaan Allah dalam hati manusia. Setelah di dunia ini akan ada tahap penyempurnaan. Tahap penyempurnaan itu terjadi saat kita hidup dalam keabadian bersama dengan Tuhan. Jadi Kerajaan Allah itu sudah dipersiapkan sejak Perjanjian Lama, datang bersamaan dengan Kedatangan Tuhan Yesus, tetap hadir kini dan di sini dan akan mendapatkan kepenuhan dan kesempurnaannya pada zaman keabadian.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC. Chaplain.

%d blogger menyukai ini: