Umat CIC yang saya kasihi, ada ajaran-ajaran Yesus yang sungguh baru, yang tidak diajarkan oleh nabi-nabi sebelumnya. Apa saja ajaran itu? Yang sangat penting adalah Kerajaan Allah. Dan tentangnya Yesus memberi sabda yang pendek dan sangat bernas, “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:15).

Apa?
Kerajaan Allah tidak menunjuk kepada tempat fisik di bumi. “Kerajaanku bukan dari dunia ini” (Yoh. 18:36). Kerajaan Allah tidak ditandai dengan kemegahan duniawi, kekuasaan dan kekayaan. Kerajaan Allah adalah Allah yang meraja di hati dan pikiran manusia. Sehingga cara berpikir, merasa dan bertindak manusia sudah diterangi dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Seperti Apa?
Kerajaan Allah adalah rencana agung Allah untuk menyelamatkan manusia. Kerajaan Allah bukan disain manusia melainkan Allah sendiri yang bertindak, dengan mengutus Putra-Nya sendiri ke dunia. Kerajaan Allah ditandai dengan visi cinta kasih Allah. Dan inilah tanda dari kehadiran Kerajaan Allah itu, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta; untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Luk 4:18-19).

Tentang Kerajaan Allah, Yesus tidak pernah memberikan keterangan atau definisi. Kerajaan Allah akan bertumbuh jika kita menerima seperti anak kecil. Yesus juga menggambarkan Kerajaan Allah melalui perumpamaan: penabur, biji sesawi, pukat dan lain-lain.

Kapan Kerajaan Allah datang
Kerajaan Allah sudah dinubuatkan dan dinanti-nantikan sejak Perjanjian Lama. Melalui banyak cara Allah menjanjikan datangnya Kerajaan Allah. Masa itu adalah masa persiapan untuk menyambut kedatangan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah hadir secara penuh di dunia ini bersama dengan kehadiran Yesus Kristus. Yesus menjadi model bagaimana harus hidup dalam Kerajaan Allah itu. Kerajaan Allah juga datang dalam dunia sekarang ini, saat ini dan di sini. Setelah di dunia ini akan ada tahap penyempurnaan. Tahap penyempurnaan itu terjadi saat kita hidup dalam keabadian bersama dengan Tuhan. Jadi Kerajaan Allah itu sudah dipersiapkan sejak Perjanjian Lama, datang bersamaan dengan Kedatangan Tuhan Yesus, tetap hadir kini dan di sini dan akan mendapatkan kepenuhan dan kesempurnaannya pada zaman keabadian.

Sikap kita terhadap Kerajaan Allah
Yesus menuntut serius tanggapan kita akan Kerajaan Allah yaitu pertobatan dan percaya kepada Injil. Yesus membuat banyak perumpamaan tentang bagaimana sikap kita terhadap Kerajaan Allah. Sedikit contoh: seperti pembajak yang tidak menoleh ke belakang, pintu yang sesak (Mat 7:13), atau carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu (Mat 6:33).

Kerajaan Allah harus kita hadapi dengan sikap iman. Kita berserah kepada Tuhan dan membiarkan agar hati dan pikiran kita dikuasai oleh nilai-nilai Kerajaan. Kita bersikap seperti anak kecil, dalam arti menerima kepenuhan Kerajaan Allah. Menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan tidak berarti bahwa kita bersikap pasif. Kita harus aktif dalam berperilaku sehingga kehidupan kita ini mencerminkan nilai-nilai Kerajaan. Yesus bahkan menununtut sikap radikal. Kita harus bertobat: berbalik dari dosa-dosa kita dan percaya kepada Injil. Bagi Yesus, Kerajaan Allah datang melalui penderitaan dan memanggul salib.

Apakah Gereja Katholik adalah Kerajaan Allah?
Gereja Katholik tidak identik dengan Kerajaan Allah, walaupun Gereja ingin menjadi model dan icon dari Kerajaan Allah. Maka menjadi tugas dan tanggungjawab Gereja untuk mempelopori berdiri tegaknya Kerajaan Allah dalam hati manusia.

Para saudaraku, datangnya Kerajaan Allah adalah kabar gembira bagi kita. Datangnya kerajaan Allah bukanlah salah satu kejadian dari banyak kejadian di bumi. Tetapi peristiwa yang mendatangkan keselamatan, damai dan kebahagiaan.

Pelayanmu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: