Para saudara yang dikasihi Tuhan,
Ada pepatah latin yang berbunyi: “Quot Capita tot sensus”, yang berarti sebanyak kepala itulah jumlah selera. Masing-masing manusia memiliki pendapat, pendirian, dan perasaan sendiri. Itulah sebabnya manusia sering mengalami konflik. Ada konflik yang hanya berupa ketegangan, ada konflik yang terbuka sampai menciptakan blok-blok yang berlawanan dan bahkan ada konflik yang berujung pada pertiakaian. Ada Ibu yang konflik dengan anak gadisnya, ada Bapa yang konflik dengan anak lelakinya. Ada anggota kelompok band yang konflik dengan anggota lainnya. Dan ada juga suami yang konflik dengan istrinya sendiri. Rupanya konflik ada di mana-mana. Bahkan kalau anda di-kloning, artinya diciptakan makluk yang persis dengan anda, anda juga masih akan konflik juga. Mengapa? Karena anda akan berjumpa dengan kelemahan-kelemahan anda sendiri. Dan banyak orang yang tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Bagaimana kita bisa mengelola konflik secara sehat? Saya mengajak anda untuk belajar dari Gereja Perdana, seperti yang dilaporkan pada Kis 15:1-29.

Adapun duduk persoalannya

Gereja Perdana ternyata juga mengalami konflik dalam bidang pastoral. Konflik itu sebenarnya bermula dari tradisi keagamaan Yahudi, yaitu apakah orang-orang bukan Yahudi yang telah bertobat dan menerima kabar gembira Injil perlu disunat atau tidak. Ada beberapa pengajar yang meyakinkan umat bahwa “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan” (Kis 15:1). Namun Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat itu. Para saudara, konflik dan beda pendapat akan selalu muncul. Namun sebenarnya konflik dan beda pendapat tidak usah berujung dengan kebencian dan perpecahan.

Sikap-sikap yang kurang tepat dalam menghadapi konflik

Manakah sikap-sikap yang keliru di dalam menghadapi konflik? Yang pertama adalah sikap menghindari konflik. Ada orang yang bersikap seperti burung onta. Burung onta adalah jenis burung yang ketika mengalami ketakutan dia akan memasukkan kepalanya ke dalam pasir. Jika sikap ini yang diambil maka masalah bukannya hilang tetapi lama kelamaan menjadi tambah besar. Suami istri yang menghindari konflik –atau bersikap seolah-olah konflik itu tidak ada, relasi-komunikasi mereka menjadi dingin, tanpa rasa, tanpa kegembiraan. Yang kedua adalah menyelesaikan konflik dengan semangat menang/kalah atau bahkan kalah/kalah. Ada sikap orang yang selalu ingin memenangi segala perselisihan. Kalau kita sampai memaki-maki atau bahkan memakai kekerasan fisik, jelas bahwa kita ingin pendirian kita yang dimenangkan dan orang lain dianggap sebagai musuh yang layak disingkirkan. Sikap lain adalah kalah/kalah. Sikap ini menunjuk pada sikap “saya boleh hancur tetapi musuh saya juga harus lebih hancur.” Sikap ini ditemukan di dalam masyarakat kita. Suporter sepakbola yang marah karena tim kesayangannya kalah kemudian mengamuk dan membakar stadion adalah contoh dari sikap ini.

Bagaimana Gereja Perdana mengelola konflik?

Bacaan Kis 15:1-29 membuka perspektif baru dalam diri para murid bahwa konflik tidak harus berujung dengan pertentangan.

Konflik bukan hanya dilihat sebagai problem saja tetapi kesempatan untuk membuka persekutuan yang lebih bermutu, asalkan digarap dan dikelola. Ketika masalah datang mereka mengatasi dengan cara yang sangat kreatif, yaitu:

  1. Mereka membuka diri bahwa ada perbedaan pendapat. Mereka tidak bersikap seolah-olah tidak ada masalah demi menjaga harmoni yang semu.
  2. Mereka tidak memandang yang berbeda pendapat sebagai musuh. Maka mereka meminta kejelasan dari hirarki kepemimpinan pada waktu itu yaitu para rasul. Mereka, kemudian, menutus Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain untuk pergi ke Yerusalem untuk membicarakan kepada para saudara dan para penatua-penatua (Kis 15:2).
  3. Di Yerusalem para rasul dalam semangat keterbukaan kepada Roh Kudus membuat discernment, memilah dan memilih mana yang menjadi misi utama yaitu supaya Yesus diutamakan dan mereka diselamatkan. (Bersambung).

Pst. Petrus Suroto MSC
CIC Chaplain

%d blogger menyukai ini: