Gejala ketuaan:

  • Fisik: menurun (pendengaran, penglihatan, ingatan, daya tahan, refleks, dll)
  • Wajah berkerut
  • Sakit-sakitan; tergantung obat; tidak optimal ekspresikan diri
  • Seksualitas lemah, tidak ada gairah
  • Cepat ngantuk, loyo, gak tahan lama 
  • Psikologis: tidak punya pekerjaan banyak lagi
  • Kadang kesepian, merasa sendiri, teman sedikit
  • Kadang ingin doa panjang, tetapi ngantuk; ingin jalan-jalan, tetapi capek.
  • Kadang takut mati 
  • Tidak dapat menerima menjadi tua, tidak berdaya, tidak jadi orang utama

Pernahkah Anda berefleksi mengapa ketika tua anda menjadi lemah?

Karena engkau kepunyaan Allah, engkau kekasih Allah maka engkau dibuat lambat supaya engkau memiliki waktu untuk Tuhan yang sangat mengasihimu.

Dua model lansia:

Tidak gembira (Tidak menerima diri, mudah marah, loyo, putus asa, uring-uringan dan sering komplain).

Gembira (Menerima diri, senang menjadi tua)

Usaha untuk menjadi lansia yang gembira:

  • Belajar menerima keadaan secara realistik: telah menjadi tua
  • Sadar menjadi tua adalah normal bagi setiap manusia: jalan ketemu keabadian.
  • Sadar pentingnya regenerasi: menyerahkan kepada yang muda
  • Kembangkan hobi masa tua
  • Mendekatkan diri dengan Tuhan, makin hidup kontemplatifMensyukuri usia lanjut
  • Masa untuk bersyukur atas kasih Tuhan dalam seluruh hidup: bakat, talenta, kongregasi, panggilan, dll.
  • Bersyukur atas kasih Tuhan yang telah kita berikan kepada orang lain (perutusan)
  • Menyerahkan kepada generasi muda
  • Menjadi saksi bhw panggilan Tuhan itu serius, tidak main-main. Kesaksian kesetiaan Tuhan.

Mensyukuri usia lanjut

    null
  • Masa untuk bersyukur atas kasih Tuhan dalam seluruh hidup: bakat, talenta, kongregasi, panggilan, dll.
  • Bersyukur atas kasih Tuhan yang telah kita berikan kepada orang lain (perutusan)
  • Menyerahkan kepada generasi muda
  • Menjadi saksi bhw panggilan Tuhan itu serius, tidak main-main. Kesaksian kesetiaan Tuhan.

Masa Integrasi penuh

  • Buang rasa sakit hati, luka batin
  • Mengampuni siapapun yang salah, menyakiti, memusuhi
  • Bangun kedamaian dengan siapapun
  • Melihat seluruh hidup, yang lemah dimohonkan ampun
  • Bangun komunio, persatuan dengan semua

Spiritualitas Lansia

Simeon (Lukas 2:25-35)
Biarlah hambaMu berpulang karena aku telah melihat keselamatan dari padaMu
Dekat dengan Tuhan, rela meninggalkan

Yohanes Pembaptis (Yoh 1:24-34; Yoh 3:15)
Biarlah Dia menjadi besar, aku menjadi kecil
Rela memberikan /diganti oleh angkatan muda.

Maria Saudara Martha (Lukas 10:38-42)

  • Mendengarkan Tuhan
  • Lebih kontemplatif, relasi akrab dengan Tuhan

Bunda Maria (Kis 1:12-14)

  • Menjadi teman, sahabat, pengikat, para rasul
  • Lewat kehadiran dan kegembiraan batin
  • Kesaksian akan kesetiaan Tuhan

Pengakuan Petrus (Lukas 8:18-21)

  • Engkaulah Mesias!
  • Interiorisasi iman dan kasih akan Tuhan
  • Iman semakin mempribadi, Tuhan aku percaya, aku mencintaiMu.

Namamu dicatat di surga (Lukas 10:17-20)

  • Bersukacita bukan karena keaktifan dan kesuksesan tapi lebih karena namanya dicatat di surga.
  • Bahwa Tuhan mencintai secara pribadi punya relasi pribadi dengan Tuhan.
  • Spiritualitas: berkembang dari aktif ke kontemplatif, dari keramaian ke keheningan diri.

Refleksi Pribadi/Kelompok:

  • Pengalaman yang paling membahagiakan dalam hidupku? Apa yang aku alami?
  • Apa yang paling sulit aku tinggalkan dalam masa sekarang? Mengapa demikian?
  • Apa ada orang-orang yang menyakitkan aku? Apa aku dapat mengampuni mereka?
  • Kalau aku menggambarkan diriku sekarang, warna apa yang paling cocok? Mengapa demikian?
  • Apa dambakanku agar aku lebih gembira?
  • Bantuan apa yang anda harapkan dari KOMUNITAS? Mengapa demikian?

CIC 2018
Rm Paul Suparno, SJ, Rm Budi Santoso, MSC, Rm Petrus Suroto, MSC.

%d blogger menyukai ini: