Pengharapan
Sebut saja namanya Ridwan. Waktu masih muda hidupnya kacau. Dia pecandu narkoba dan sekaligus pengedar narkoba. Dia pernah masuk penjara. Namun tiba-tiba hidupnya berubah ketika lahir anak yang pertama. Dia melihat harapan baru bagi anaknya. Dia berhenti memakain narkoba dan hidupnya berubah.

Adven mengundang kita kepada pertobatan. Pertobatan ternyata tidak selalu dengan airmata dan kesedihan. Bacaan hari ini mengajak kita memahami bahwa pertobatan itu memulai dengan harapan. Orang-orang Yahudi yang pulang dari pembuangan dihibur dan dibangun harapananya untuk membangun bangsa yang baru. Harapan adalah semangat dasar kristiani, suatu iman bahwa Tuhan akan bekerja bersama kita.

Dalam masa adven kedua ini, kita juga diundang untuk membuka hati kita di hadapan Tuhan agar Tuhan menganugerahkan pengharapan kepada kita. Sebab jika pengharapan tumbuh, kita juga bersemangat di dalam semangat memperbaharui diri.

Seni Memimpin Perasaan

Aku bukan perasaannku

Sebagai manusia kita memiliki perasaan. Ada perasaan senang, gembira, amarah, ketakutan, cinta, terkejut, jijik, sedih. Timbulnya perasaan itu disebabkan oleh berbagai faktor. Cuaca, kenyang atau lapar, mutu hubungan, hormon, saraf-saraf pada otak dan lain-lain.

Perasaan sangat mempengaruhi diri kita. Saat kita gembira kita bisa bekerja efektif, ide-ide muncul dengan lancar. Saat kita sedih kita menjadi enggan bekerja, ide-ide seperti terhambat. Adalah normal jika kita pernah mengalami sedih dan gembira berselang-seling. Kadang-kadang kita mengalami stress atau tertekan. Bahkan mungkin pernah mengalami depresi. Depresi adalah respon seseorang terhadap stress yang dialami, misalnya ketika gagal dalam pekerjaan, gagal dalam studi, putus cinta, atau kematian orang yang sangat dikasihi.  Ketika depresi, seseorang akan kehilangan motivasi, merasa badannya loyo, merasa tidak berdaya, ingin menangis.

Perasaan Perlu Dikenali

Perasaan harus kita kenali. Kita tidak boleh dipimpin oleh perasaan semata. Jika kita tidak memimpin perasaan kita, hidup kita akan dicirikan dengan ayunan-ayunan emosi atau suasana hati. Saat senang kita mengalami semangat dan lancarnya ide-ide yang seperti tak terbendung. Tetapi kemudian berubah menjadi  sedih dan kecewa yang membuat kita merasa malas dan  tidak termotivasi. Maka perasaan perlu dikenali. Dalam kazanah rohani dikenal istilah discermnet yang berarti memilah-milah atau membeda-bedakan. Kita perlu mengenal perasaan yang sementara dialami dalam diri kita.

Perasaan Perlu Dipimpin

Memimpin perasaan bukan berarti kita melenyapkan perasaan. Perasaan disebut juga emosi, yang berasal dari energy dan movere: energi yang menggerakkan. Ada energi dalam perasaan-perasaan kita. Memimpin perasaan adalah membangun disiplin diri. Psikiater terkenal, M. Scott Peck MD menerangkan bahwa perasaan adalah seperti buruh yang bekerja untuk anda dan memimpin perasaan ibaratnya memimpin para buruh. Perasaan adalah sumber energi yang membuat kita mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan kita. Karena perasaan bekerja untuk kita, mereka harus diperlakukan dengan hormat.

Scott Peck mengatakan ada dua kekeliruan dalam memimpin perasaan. Pertama adalah bagaikan pemilik usaha yang tidak menerapkan disiplin, tidak ada struktur, tidak ada batas-batas, tidak ada pengarahan dan tidak jelas siapa yang menjadi boss. Tidak lama kemudian, para buruh tadi akan berhenti bekerja, menguasai rumah, menghancurkan perabotan dan pemilik usaha menjadi budak dari para buruhnya. Ini adalah gambaran dari orang yang tidak bisa memimpin perasaannya dan membiarkan diri dikuasai oleh perasaannya.

Kekeliruan kedua adalah seperti pemilik perusahaan sangat takut para buruh memberontak. Maka dia suka memarahi dan menghukum. Memukul sampai mereka menyerah. Yang akan terjadi adalah para buruh itu akan semakin tidak produktif. Ini gambaran dari orang yang terlalu menekan perasaan, tidak memberi tempat pada perasaan, dan akhirnya dia akan dikuasai oleh perasaannya.

Praktek Dalam Keluarga

Cobalah di rumah anda suasana saling menghargai perasaan masing-masing. Anggota keluarga perlu didengarkan perasaan-perasaannya. Perasaan negatif jika didengarkan akan mudah reda dan akan muncul perasaan-perasaan positif: syukur, kegembiraan dan damai.

Saudaramu dalam Tuhan
Fr. Petrus Suroto MSC. Chaplain.

%d blogger menyukai ini: