Pastor, saya mau tanya. Mengapa orang yang dibabtis Katholik memakai nama Babtis?

Kitab Suci menceritakan bahwa tokoh-tokoh besar sering mengubah nama sebagai penanda hal yang sangat penting. Misalnya Abraham menjadi Abram, Saulus menjadi Paulus, Simon menjadi Petrus dan lain-lain. Di dalam iman kita, permandian adalah hal besar. Maka Gereja memiliki tradisi pemberian nama babtis. Adapun alasannya sebagai berikut:

Mengenakan identitas baru

Ketika dibabtis, kita diangkat sebagai putera-puteri Allah sendiri. “Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:20) Kita memiliki identitas baru bahwa kita telah menjadi milik Allah dan hidup seturut nasihat-nasihat ajaran Yesus. Nama baru kita sematkan sebagai penanda hari teramat bahagia itu.

Dipersatukan dengan para kudus

Dengan diangkat menjadi anak Allah, kita sudah menjadi sewarga dengan para kudus. Maka kita mengenakan nama orang kudus sebagai nama permandian kita. Nama kudus ini memberikan optimisme di dalam kehidupan kita bahwa akhir kehidupan kita adalah kemuliaan bersama dengan Tuhan. Maka kita tidak boleh kehilangan pengharapan dalam kehidupan kita di dunia ini.

Menjadi inspirasi bagi kehidupan nyata

Bacaan rohani yang sangat baik adalah membaca kisah Santo dan Santa. Kehidupan mereka yang suci memberikan inpirasi kepada kita tentang kehidupan rohani yang baik. Santo Petrus adalah nama permanidan saya. Dalam hidup saya sering jatuh ke dalam kelemahan-kelemahan manusiawi. Namun sebagaimana teladan Petrus, saya tidak akan jatuh ke dalam keputusasaan yang fatal tetapi tetap bersandar kepada kemurahan Allah dan bangkit kembali.
Maka ketika anda mempermandikan ank anda, atau dibabtis saat anda sudah dewasa:

  1. Pilihlah salah satu nama oranag kudus, pastikan bahwa orangnya ada dan pelajari kisah hidupnya. Ceritakan kisah orang kudus itu kepada anakmu mengapa engkau memilihkan nama permandian itu.
  2. Berdoalah lewat perantaraannya, sebisa mungkin setiap hari. Misalnya, Santo Petrus doakanlah kami. Kesadaran akan persatuan dengan para kudus akan memelihara kehidupan rohani.
    Bacaan Pendalaman: Agustinus Purwanto, “Tips Memilih Nama Babtis”(Yogyakarta: Kanisius, 2016).

Ucapan Terimakasih,
Terimakasih kepada Umat CIC atas partisipasi dalam Misa Celebrating Interculturality di St. Mary Cathedral pada tanggal 17 Pebruari 2019. Terutama untuk kelompok koor CIC yang telah bernyanyi dengan baik. Salam dan Terimakasih juga dari Sr. Kylie dan Fr. Isidore. Tahun depan kita berpartisipasi lagi. Bukan hanya di Gereja tetapi juga di aula dengan pentas budaya Indonesia.

Saudaramu dalam Tuhan,
Rm. Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: