Ini adalah pertanyaan-pertanyaan sekitar perkawinan yang sering saya dengar.

Apa sih yang membuat perkawinan Katholik menjadi sah?

Ada tiga hal yang membuat perkawinan menjadi sah. Satu adanya kesepakatan atau perjanjian antara pria dan wanita. Kesepakatan atau perjanjian itu harus bebas, tanpa adanya tekanan dan paksaan dan diungkapkan secara lisan dengan sadar. Kedua, kesepakatan itu dilaksanakan di depan imam atau diakon yang memiliki yuridiksi (faculty) dan dihadapan para saksi. Dan ketiga, mereka tidak memiliki halangan perkawinan. Halangan itu misalnya adanya ikatan pernikahan sebelumnya, umur yang sesuai, hubungan darah yang terlalu dekat, dan lain-lain.

Persyaratannya atau langkah-langkahnya apa?

Surat Baptis terbaru.
Terbaru berarti kurang dari 6 bulan. Kalau mau menikah di Indonesia terutama di Regio Jawa Bali, jika ada yang kawin beda gereja atau agama, diminta surat keterangan bebas. Formatnya bisa diminta ke Pastor CIC.

Certificate Kursus Perkawinan untuk kedua pasangan. Bila perkawinannya beda agama atau beda gereja, pihak non Katholik juga wajib mengikuti kursus perkawinan. CIC saban tahun menyelenggarakan dua kali kursus yaitu pada bulan Pebruari dan September yang diselenggarakan oleh Forum Keluarga Muda.

Datang ke Pastor untuk penyelidikan kanonik (pre-nuptial inquiry) , untuk mengetahui ada halangan atau tidak di dalam perkawinan.

Diumumkan di misa CIC sebanyak tiga kali. Diumumkan bukan harus berarti dibacakan saat pengumuman tetapi juga bisa dalam arti ditulis di dalam buletin CIC.

Perayaan Perkawinan.
Pengurusan Catatan Civil. Setelah pernikahan di Gereja seyogyanya diterusi dengan pengurusan secara civil.

Pastor, kalau kami beda agama atau beda Gereja, prosesnya bagaimana?

Selain proses di atas, Anda membutuhkan dispensasi pernikahan beda agama (dispensation from the impediment of disparity of worship) atau beda Gereja (permission for a mixed married). Bagi yang mau menikah di wilayah Keuskupan Agung Sydney, Chaplain anda bisa langsung memberi dispensasi. Tetapi jika menikah di Indonesia atau di luar Keuskupan Agung Sydney, Chaplain tidak memiliki kewenangan memberi dispensasi. Maka akan dimintakan dispensasi ke Keuskupan Agung Sydney dan Keuskupan akan mengirim ke Keuskupan di Indonesia.

Pastor, kami mau menikah di Indonesia. Gimana nih?

Jika Katholik dengan Katholik, chaplain anda akan mengirim berkas ke Indonesia lewat calon pengantin dengan diberi surat pengantar atau delegasi perkawinan. Jika perkawinan beda agama/Gereja, maka chaplain anda akan mengurus permohonan ke Keuskupan. Keuskupan bisa mengirim berkas kepada calon mempelai dan kemudian dikirim ke Indonesia.

Pastor, ehm….kami nikah civil dulu baru mau nikah Gereja. Harus gimana kami?

Wah itu kebalik. Mestinya nikah Gereja dulu. Kalau sudah nikah secara civil Chaplain anda akan sekaligus mengurus konvalidasinya.

Pastor, kami sudah nikah civil lama sekali. Mau menikah, malu, sudah tua. Harus bagaimana?

Minta disahkan oleh Gereja melalui Chaplain. Akan dilakukan kanonik. Cara peneguhannya nanti akan sederhanya yaitu hanya di depan dua saksi.

Pastor, kami mau bertanya… Tetapi malu. Bagaimana?

Temui saya di Presbitery Our Lady of the Sacred Heart 193 Avoca St. Randwick. Atau satu jam sebelum misa di Newtown. Akan saya jawab secara pribadi.

Pelayanmu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: