Ada satu surat anak kepada orangtua, yang ditulis secara anonim. Surat ini dengan tepat memberikan esensi tentang pendidikan nilai bagi anak-anak. Saya senang menterjemahkan untuk anda. Ketika menuliskannya, saya teringat para sahabat-sahabat yang terhimpun dalam Forum Keluarga Katholik dan Couple For Christ yang memiliki concern kepada pastoral keluarga. Salam dan doaku untukmu semua.

Dear Papa dan Mama
Jangan memanjakanku. Saya cukup memahami bahwa saya tidak harus mendapatkan semua yang saya minta. Jangan takut bersikap tegas padaku. Saya lebih menyukai sikap tegasmu, karena itu membuatku merasa lebih aman.

Jangan biarkan saya membentuk kebiasaan yang buruk. Saya harus meminta pertolonganmu untuk mendeteksi dan membangunnya di tahap awal hidupku.

Jangan terlalu melindungiku dari setiap konsekwensi dari kesalahanku. Untuk berkembang, kadang aku perlu belajar dari pengalaman kesalahan dan kegagalan yang menyakitkan.

Jangan marah saat saya mengatakan, “Aku benci Papa/Mama”. Bukan Papa/Mama yang saya benci tetapi perlakuan yang menghalangiku. Jangan terlalu memperhatikan kenakalan kecilku, seringkali hal itu membuat hidupku lebih mengasyikkan.

Jangan menghinaku. Jika engkau lakukan, aku harus melindungi diriku dengan membuat diri tuli. Jangan lupa bahwa saya tidak bisa menjelaskan diriku seperti yang saya maksudkan. Itulah sebabnya saya sering tidak bisa menjelaskan dengan tepat dan detil.

Jangan mengejekku jika aku bertanya. Juga jangan menunda. Jika engkau melakukan, saya akan berhenti bertanya dan mencari jawab di google, teman-teman atau di tempat lain.

Jangan tidak konsisten. Hal itu membingungkanku dan membuatku tidak percaya kepadamu.

Jangan mengatakan takut adalah memalukan. Ketakutan itu begitu riil, dan engkau akan menetramkan hatiku jika engkau mencoba untuk mendengarkan dan mau mengerti.

Jangan pernah menduga bahwa engkau sempurna dan tidak dapat salah di hadapanku. Itu akan mengguncangkanku saat aku mendapatimu rapuh dan salah.

Jangan pernah berpikir bahwa meminta maaf padaku menghancurkan martabatmu. Permintaan maaf yang jujur membuat hatiku hangat dan menumbuhkan sikap respek padamu.

Jangan lupa bahwa aku suka mencoba. Saya tidak bisa tanpanya, maka –tolong, terimalah dan jangan mengeluhkannya.

Jangan lupa untuk menyadari betapa cepatnya saya bertumbuh menjadi besar. Akan sangat susah untuk selalu menemaniku, tetapi tolong cobalah.

Jangan lupa bahwa saya tidak akan berkembang tanpa cinta dan pengertian yang melimpah darimu, tapi saya tidak perlu mengatakannya bukan?

Tolong jagalah dirimu tetap sehat dan bugar. Aku membutuhkanmu.

Anakmu.

%d blogger menyukai ini: