Kelompok-kelompok Doa umumnya mempersiapkan diri lewat doa sebelum pelayanan. Perayaan Ekaristi pun memerlukan persiapan rohani yang sungguh-sungguh. Tahukah anda bahwa secara tradisional ada doa-doa untuk persiapan Ekaristi?

Doa Batin Saat Memakai Busana Rohani

Uskup, imam dam pelayan lainnya berdoa dalam hati pada saat-saat:

Sambil membasuh tangan: “Berikanlah kesucian dan keutamaan kepadaku, ya Allah, agar setiap noda dan cela dibersihkan; sehingga aku pantas melayani Engkau dengan hati, pikiran, dan tubuh yang murni”

Sambil mengenakan AMIK (Amik = Kain putih persegi empat yang memiliki tali di kedua ujungnya. Gunanya untuk menutupi kerah baju dan bagian leher). Secara simbolis, Amik ini berfungsi sebagai perisai keselamatan dan tanda pertahanan terhadap segala godaan. Imam biasanya mencium Amik sebelum direntangkan di belakang kepala di atas pundaknya dan talinya diikatkan di pinggang): “Letakkanlah di atas kepalaku, ya Allah, perisai keselamatanMu, agar aku mampu mengatasi segala serangan kuasa jahat”

Sambil mengenakan ALBA (Semacam jubah khusus untuk memimpin Ekaristi/Ibadat yang menutupi seluruh tubuh Imam/Pemimpin), melambangkan kejujuran sempurna: “Sucikanlah aku, ya Allah, dari segala noda dosa, dan murnikanlah hatiku. Agar, dengan dibasuh dalam darah Anak Domba, aku boleh menikmati sukacita abadi”

Sambil mengenakan CINCTURE/SINGEL (Tali panjang yang dipilin dan diikatkan di pinggang untuk mengencangkan Alba – jika ukuran Alba sudah pas, kadang tidak diperlukan singel): “Siapkanlah aku, ya Allah, dengan tali kesucian, dan padamkanlah nyala api nafsu dan segala hasrat yang buruk; agar keutamaan pengendalian nafsu dan kemurnian hati tetap tinggal di dalam diriku.”

Sambil mengenakan STOLA (Kain panjang yang mirip selendang dikalungkan dari leher belakang menjuntai di bagian dada – Warna Stola mengikuti warna Liturgi), melambangkan kehidupan kekal dan tanda kewibawaan pelayanan Imamat: “Pulihkanlah aku, ya Allah, kepada hidup yang kekal, yang telah hilang akibat dosa Adam dan para leluhurku. Semoga, sekalipun aku tak pantas untuk mendekati misteri ke-ilahianMu, Engkau tetap berkenan menganugerahkan sukacita abadi”

Sambil mengenakan KASULA (Pakaian paling luar. Kain lebar berbentuk setengah lingkaran dengan lubang di bagian atas-tengahnya untuk dimasukkan melalui kepala sampai ke leher. Warnanya mengikuti warna Stola/warna Liturgy), Lambang keutamaan kasih dan kebajikan yang meringankan beban Kristus di pundak. Bdk Matius 11:29-30:”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” “Ya Allah, Engkau yang berkata: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan”. Perkenankanlah aku memikulnya agar aku boleh memperoleh rahmatMu”

Doa Sebelum Misa Kudus oleh St. Thomas Aquinas

Allah yang mahakuasa dan kekal, Aku datang kepada Sakramen Putra Tunggal-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Aku datang, layaknya seorang pesakitan kepada dokter kehidupan, layaknya seorang yang cemar kepada sumber kerahiman, sebagai seorang yang buta kepada cahaya terang abadi, sebagai seorang yang miskin dan membutuhkan kepada Tuhan pencipta langit dan bumi.

Tuhan, dalam kemurahan hati-Mu yang besar, sudilah kiranya menyembuhkan penyakitku, menahirkan kecemaranku, mencelikkan kebutaanku, memperkayaku dari kemiskinan dan menyelubungi aku dari ketelanjangan. Agar layaklah aku menerima Roti Para Malaikat, Raja dari segala raja, Tuhan dari segala tuan, dengan hormat dan kerendahan hati, dengan kemurnian hati dan iman, dengan pertobatan dan cinta kasih, dan dengan tujuan demi membawaku kepada keselamatan. Semoga aku layak menerima Sakramen Tubuh dan Darah Tuhan, dan juga realitas dan daya kuasanya.

Allah yang Maharahim, semoga aku layak menerima Tubuh Putra TunggalMu, Tuhan kami Yesus Kristus, yang lahir dari rahim Santa Perawan Maria :sehingga aku layak dimasukkan dalam Tubuh mistik-Nya, dan terhitung di antara orang-orang kepunyaan-Nya.

Bapa yang Maha Pengasih, dalam perziarahan duniawiku ini, aku sekarang menerima Putera-Mu terkasih dalam selubung sebuah sakramen. Semoga kelak suatu hari dalam kemuliaan aku dapat melihat dari muka ke muka Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama dengan Engkau selama-lamanya. Amin

Mulai Perarakan

Uskup/Imam selebran :
Procedamus in Pace (Marilah kita berarak dalam dami)

Semua Petugas :
In Nomine Christi (Dalam nama Kristus).

Saudaramu dalam Tuhan,
Rm. Petrus Suroto MSC

%d blogger menyukai ini: