Pastor yang baik, setelah sekian lama saya selalu mengikuti Ekaristi di Gereja Lokal berbahasa Inggris, minggu lalu saya ke Gereja CIC. Suasananya kok ramai sekali ya, terutama sebelum misa dimulai. Bukankah kita harus hening sebelum Ekaristi dimulai? Bagaimana caranya Pastor supaya kami bisa lebih menjaga keheneningan? (NN)

Para saudara, saya juga punya kesan beberapa kali komunitas CIC agak gaduh saat sebelum Ekaristi mulai. Mungkin karena bertemu dengan teman-teman yang sudah agak lama tidak ketemu. Karena kita orang Indonesia ramah dan suka menyapa.

Dalam nuansa positif, komunitas kita memang komunitas yang berciri tiga hal: happy, food dan agak noisy. Saya memperhatikan kebiasaan umat sebagai berikut: masuk Gereja, ambir air suci dan membuat tanda salib, berjalan ke bangku, berlutut dan berdoa sebentar dan kemudian tersenyum dan menoleh ke kenan ke kiri.

Jika bertatap mata dengan yang sama-sama tersenyum, mulailah percakapan terjadi. Kalau kita ingin lebih hening di Gereja, baiklah kita kembali kepada kebiasaan dan tradisi hidup religius terutama yang diajarkan saat seorang religius sedang retret. Yakni: Jika mau berdoa di kapel atau Gereja berjalan dengan langkah bergegas dengan mata ke arah tempat doa sambil menyadari niat saya untuk berjumpa dengan Tuhan. Setelah selesai berdoa, kebalikannya.

Berjalan dengan langkah pelan, merefleksikan bagaimana kualitas doa tadi dan mata melihat ke arah sekitar sambil tersenyum. Jika diterapkan dalam Ekaristi di CIC berarti kita mulai dengan fokus kepada Tuhan dan setelah selesai Ekaristi kita bersosialisasi dengan saudara-saudari seiman.

Hal-hal ini bisa membantu kita untuk lebih hening di Gereja:

  1. Menyadari bahwa di Tabernakel, Tuhan hadir
    Kita menyadari bahwa kita ada di hadirat Tuhan. Kita ada di tempat kudus. Gereja bukan aula pertemuan. Maka kita harus sikap hormat kepada kehadiran Tuhan di dalam Gereja.
  2. Berdoalah lebih panjang.
    Ber-wawanhati-lah kepada Tuhan tentang segala pengalaman yang dialami minggu ini. Bersama Tuhan selamilah pengalamanmu seminggu ini. Kebahagiaan dan harapan, kesedihan dan kecemasan. Jika memiliki permohonan berdoalah dan mohon kepada Tuhan.
  3. And bisa membaca buletin, pelan-pelan sebelum misa dimulai.
  4. Melihat dengan penuh doa, mosaic atau painting glass di Gereja.
    Sadarkah anda bahwa di Gereja-gereja yang baik selalu ada lukisan kaca. Di sana ada gambar-gambar kudus. Pandanglah dengan tenang sambil bertanya-tanya dan merenung apa makna dan maksud gambar-gambar itu. Saya kerap melakukannya saat misa di Randwick sebagai umat. Dan saya takjub, banyak makna dari lukisan kaa itu. Ada gambar Bunda Maria menerima kabar gembira, gambar para rasul, para suci termasuk St. Agustinus.

Lebih kagum lagi setelah membaca buku tentang lukisan kaca di Gereja Our Lady of the Sacred Heart Randwick. Ternyata banyak makna dari lukisan-lukisan itu. Selain itu lukisan kaca itu sangatlah mahal. Sayang kalau kita tidak pernah menikmati keindahannya.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC. Chaplain.

%d blogger menyukai ini: